jump to navigation

PT Minarak Harapkan Pengertian Warga November 27, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
trackback

SIDOARJO, KOMPAS – PT Minarak Lapindo Jaya, pihak yang bertanggung jawab memberi ganti rugi terhadap korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, mengharapkan pengertian warga mengenai kesulitan keuangan yang melanda perusahaan itu.

Kesulitan akibat krisis keuangan global menyebabkan pembayaran ganti rugi korban lumpur tidak bisa dibayar tunai sehingga dilakukan secara dicicil.

Hal itu dinyatakan Direktur Operasional PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) Bambang Prasetyo Widodo, Rabu (26/11) di Sidoarjo.

Bambang menanggapi rencana sekitar 1.000 warga korban lumpur Lapindo dari Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perumtas) Sidoarjo yang akan ke Jakarta untuk menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhir bulan ini.

Mengenai jalan tengah yang ditawarkan PT MLJ kepada korban lumpur berupa cicilan uang Rp 15 juta, Bambang mengatakan, hal tersebut bukan paksaan. Tawaran itu sudah dibicarakan dengan pejabat dan aparat di Sidoarjo. ”Ada warga yang setuju dan tidak setuju atas tawaran kami. Namun, kami tetap berusaha menunaikan tugas kami menyelesaikan ganti rugi korban lumpur,” katanya.

Koordinator warga Perumtas, Koes Sulassono, mengatakan, sejauh ini sudah ada 945 warga Perumtas yang mendaftarkan diri untuk berangkat ke Jakarta.

Menurut Koes, salah satu alasan warga menghadap Presiden adalah tawaran cicilan ganti rugi Rp 15 juta yang ditolak warga. Mereka akan mendesak Presiden agar membantu mempercepat penyelesaian ganti rugi.

Sebelumnya, Bupati Sidoarjo Win Hendrarso mengimbau korban lumpur Lapindo untuk tidak ke Jakarta. Win mengusulkan korban membangun komunikasi intensif dengan PT MLJ.

”Kami tidak bisa berbuat banyak. Kami tidak bisa mendesak PT MLJ untuk segera menuntaskan pembayaran,” kata Win.(APO)

Advertisements

Comments»

1. Tonas - November 29, 2008

Pada kesempatan ini kami yang juga KORBAN LUAPAN LUMPUR yang ada di Wilayah PERUMTAS-1 sedikit memberikan beberapa gambaran yang perlu di “pertimbangkan” untuk melaksanakan aksi ke JAKARTA.
1. Seperti Artikel diatas, kenapa kita tidak duduk bersama lagi membicarakan permasalahan yang ada ini dengan PT. Minarak Lapndo Brantas, dengan sedikit mem”fokus”-kan arah Perundingan, dimana Formula Penyelesai-an 80% untuk warga Perumtas-1 sudah memiliki ARAHAN dari ISTANA NEGARA tentang Mekanisme Pembayaran Ganti Rugi Rumah dan Bangunan untuk warga PERUMTAS-1 ( RISALAH WAPRES 24-April-2007).
2. Perlu DIPERTANYAKAN KREDIBILITAS dari para “KOORDINATOR” penggerak Aksi ke JAKARTA tersebut, krn sudah bukan rahasia umum lagi kalau dalam mempercepat pembayaran ganti-rugi bagi korban luapan lumpur ini warga selalu di jadikan OBJEK dan SAPI PERAHAN para KOORDINATOR tersebut.
3.Kalau pun TERPAKSA melakukan AKSI BESAR-BESARAN lagi kenapa harus ke Jakarta..??? Di Sidoarjo-pun bisa dilaksanakan dan dampak-nya KAMI YAKIN BISA SAMPAI KE JAKARTA. ( Ilustrasi waktu NUTUP AKSES masuk SIDOARJO oleh Warga PERUMTAS-1 tahun 2006 – 2007 )
4. Ini merupakan DAMPAK NEGATIVE dari WARGA PERUMTAS-1 dan para KOORDINATOR-nya yang JELAS-JELAS SUDAH MENINGGALKAN DAN TIDAK KOMITMENT-NYA TERHADAP RISALAH WAPRES 24 April 2007.
Demikianlah sedikit bahan pertimbangan yang bisa kami berikan, dan kami doa-kan buat teman-teman yang sudah bulat untuk pergi ke JAKARTA, JANGAN SAMPAI LENGAH DENGAN “AMANAH WARGA”…!!!!!!

Salam Perjuangan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: