jump to navigation

Adnan Buyung Janji Pertemukan Korban Lapindo dengan SBY November 15, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
trackback

M. Rizal Maslan – detikNews, Jakarta – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Adnan Buyung Nasution berjanji akan mempertemukan warga korban lumpur Lapindo dengan Presiden SBY. Pertemuan itu untuk membicarakan soal sisa pembayaran ganti rugi 80 persen.

“YLBHI akan memfasilitasi warga untuk bertemu Presiden, tapi karena sekarang lagi di AS, sebaiknya pulang dulu,” kata Adnan Buyung Nasution saat berbincang-bincang dengan ratusan warga Porong, Sidoarjo, Jawa Timur yang menginap di kantor  Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2008).

Adnan Buyung menyempatkan berdialog dengan warga yang sebagian berasal dari Desa Siring, Jatirejo, Renokenongo dan Kedung Bendo ini, setelah melakukan rapat dengan pengurus YLBHI. Saat itu, Buyung menghampiri warga yang berada di lobby dan menginap gedung tersebut sejak Senin 10 November 2008 kemarin.

Adnan Buyung sempat bertanya warga tentang sisa pembayaran ganti rugi dari PT
Minarak Lapindo Brantas sebesar 80 persen, sesuai Keppres No 14/2007 tentang
Penanggulangan Lumpur Sidoarjo. Warga menceritakan ganti rugi dibayar cicilan oleh PT Minarak Lapindo Brantas dan Pemda Jatim.

Pendiri YLBHI ini lantas mengatakan, mau dengan cara apapun pembayaran ganti rugi harus dilakukan asal sesuai dengan Keppres tersebut.

“Kalau Lapindo tidak sanggup bayar, sita saja aset milik Lapindo itu,” jelasnya lagi.

Terkait upaya untuk mempertemukan warga korban Lapindo dengan Presiden SBY, menurut Adnan Buyung merupakan pendekatannya sebagai anggota Watimpres.

“Saya akan bicara ke Presiden. Tapi untuk memfasilitasi warga ketemu Presiden, biarlah YLBHI yang melakukannya,” tandasnya.(zal/nwk)

Advertisements

Comments»

1. Tonas - November 25, 2008

SIAP-SIAP BUNG ADNAN, INI 1.000 WARGA KORBAN LUMPUR MASUK ISTANA, MENAGIH STATEMENT SAMPEYAN UNTUK BISA MEMPERTEMUKAN DENGAN BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.

[ Selasa, 25 November 2008 ]
Pemerintah Tak Bisa Melarang

Terkait Rencana Keberangkatan Warga ke Jakarta

SIDOARJO – Rencana keberangkatan warga Desa Renokenongo, Porong, ke Jakarta sudah bulat. Sektiar 1.000 warga akan berangkat akhir November ini. Warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) itu bermaksud meminta Presiden SBY turun tangan menyelesaikan ganti rugi warga.

Warga Porong itu akan berangkat menggunakan bus, kereta api, dan beberapa mobil pribadi. Mereka bertekad memperjuangkan penyelesaian ganti rugi sesuai Perpres No 14 Tahun 2007.

Seperti diketahui, saat ini penyelesaian ganti rugi oleh PT Minarak terhenti. Bahkan, muncul cara baru, yakni PT Minarak mengangsur ganti rugi dengan uang muka Rp 15 juta. Untuk pelunasannya belum ada kepastian.

Kendati sebagian warga terpaksa menerima cara baru itu dengan alasan butuh duit, sebagian besar menolak. Untuk mencari solusi atas masalah tersebut, warga betekad berangkat ke Jakarta untuk bertemu presiden.

Bupati Sidoarjo Win Hendrarso

tidak setuju dengan langkah warganya itu. Alasannya, perjalanan ke Jakarta membutuhkan biaya dan menguras tenaga. Menurut dia, lebih baik perjuangan dilakukan melalui Sidoarjo.

Namun, Win mengaku tidak bisa berbuat banyak. Berkali-kali pemahaman dan masukan disampaikan kepada warga. Namun, warga bersikukuh berangkat ke Jakarta.

“Awalnya, saya imbau mereka untuk mengomunikasikan dengan PT Minarak, tetapi tetap saja tidak mau,” katanya.

Dia menuturkan, saat ini PT Minarak terkena dampak krisis global sehingga pembayaran terhenti. Namun, Win yakin bahwa PT Minarak tidak ingkar janji. “Kalau sudah ada uang, pasti hak warga dibayar,” tuturnya.

Anggtoa Dewan Pengarah Panitia Khusus (Pansus) Lumpur DPRD Sidoarjo Jalaluddin Alham juga mengaku tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya mengimbau warga tidak anarkis selama di Jakarta. (riq/ib)

2. Tonas - November 25, 2008

Tuesday, November 25, 2008
Email Print Jakarta (Newslinkweb)

Watimpres tidak akan mencampuri atau ikut memberi masukan atau saran pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal penanganan sosial kasus Lumpur Sidoarjo. Demikian diungkapkan Anggota Watimpres Adnan Buyung Nasution saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut Adnan Buyung yang lebih akrab disapa Abang ini, sikap itu bukan berarti Watimpres tidak perduli atau sengaja menghindar. Tapi itu dilakukan agar penanganan sosial yang telah dilakukan pemerintah selama ini (para menteri terkait) tetap fokus.

“Kalau pemerintah fokus, tentu persoalan ini akan cepat selesai,” ujar Adnan Buyung Nasution.

Adnan Buyung mengatakan, jika Watimpres ikut-ikutan memberi saran soal penanganan kasus Lumpur Sidoarjo, dikuatirkan akan terjadi kemandekan dan gesekan yang diyakini akan mempengaruhi proses penanganan yang telah dilakukan pemerintah selama ini.

Ketika ditanya soal pertemuannya dengan korban Lumpur Sidoarjo di YLBHI baru-baru ini, Adnan Buyung mengatakan, memang ada pertemuan dengan korban Lumpur Sidoarjo.”Tapi waktu itu saya telah mendengar keluhan mereka, tapi saya katakan pada mereka bahwa untuk penyelesaian diserahkan sepenuhnya pada menteri terkait,” ujar Adnan Buyung.

Ketika disinggung ada info yang mengatakan bahwa tanggal 1 Desember akan diadakan lagi pertemuan dengan korban Lumpur Sidoarjo sebagai tindak lanjut pertemuan di YLBHI? Adnan dengan tegas menampik.

“Tidak akan ada lagi pertemuan dengan korban Lumpur Sidoarjo,” ujarnya dengan tegas.[Zon]

TERNYATA BELUM “PERANG” UDAH NGACIR DULU…!!!!! EMANG DASAR MANUSIA TIDAK PUNYA KOMITMENT….!!!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: