jump to navigation

Geologists blame gas drilling for Indonesia mud disaster October 31, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

The Jakarta PostA recent meeting of world renowned geologists concluded that the mud volcano disaster in Lapindo, East Java, was caused by nearby drilling for oil and gas, a British university said on Thursday.

The University of Durham, located in northeastern England, said in a release made available to AFP on Friday, 74 top scientists in petroleum geology debated the mud volcano, nicknamed Lusi, at a conference in Cape Town, South Africa on Tuesday. (more…)

Advertisements

Jangan Hambat Kasus Lapindo October 31, 2008

Posted by gebraklapindo in Pernyataan.
add a comment

Editorial, Koran Tempo – Bukan tanpa alasan jika khalayak menilai pemerintah tak serius menangani kasus lumpur Lapindo. Sudah dua tahun lebih kasus semburan lumpur di Sidoarjo ini diusut oleh penegak hukum, tapi hingga kini belum tuntas. Padahal masalah ini amat penting lantaran menyangkut hajat hidup orang banyak, dan negara pun terpaksa ikut menanggung akibatnya.

Sikap penegak hukum di Jawa Timur amat janggal. Walau berkas kasus itu telah berkali-kali diperbaiki polisi, tetap saja dikembalikan lagi oleh jaksa. Berkas tersebut memuat hasil pemeriksaan 13 tersangka, termasuk petinggi PT Lapindo Brantas, perusahaan yang bertanggung jawab atas pengeboran yang memicu malapetaka bagi ribuan warga Sidoarjo. Mereka belum dibawa ke meja hijau lantaran jaksa selalu menilai hasil pemeriksaan belum lengkap. (more…)

Pengusutan Hukum Kasus Lapindo Buntu October 31, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
1 comment so far

“Tanpa itu, hasil konferensi hanya sebagai referensi kita,” kata Mulyono, kepala seksi penerangan hukum kejaksaan tinggi, di Surabaya kemarin.

SURABAYA Koran Tempo – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur baru bisa menggunakan hasil konferensi American Association of Petroleum Geologist di Cape Town, Afrika Selatan, pada 27-29 Oktober, sebagai bahan menyelesaikan perkara hukum kasus semburan lumpur PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo. Syaratnya, para geolog itu bersedia menjadi saksi ahli dan keterangannya dimasukkan dalam berita acara pemeriksaan.

“Tanpa itu, hasil konferensi hanya sebagai referensi kita,” kata Mulyono, kepala seksi penerangan hukum kejaksaan tinggi, di Surabaya kemarin. (more…)

Komnas HAM Serahkan Hasil Investigasi Kasus Lapindo October 30, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Suryalive | Surabaya – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) segera menyerahkan rekomendasi hasil investigasi kasus semburan lumpur Lapindo Brantas Inc. di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur kepada pemerintah.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Investigasi Kasus Lumpur Sidoarjo bentukan Komnas HAM, Syafruddin Ngulma Simeulue, di Surabaya, Rabu (29/10) kemarin. (more…)

Kasus Lapindo Butuh Advokasi Internasional October 27, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Jakarta (ANTARA News) – Koordinator Human Rights Working Group (HRWG) Rafendi Djamin mengatakan, kasus Lapindo membutuhkan advokasi internasional misalnya dengan memberikan kesadaran mengenai kasus tersebut kepada berbagai pihak di luar negeri.

“Harus dibangun argumen bahwa ada sebuah kasus yang harus diperhatikan baik oleh sejumlah negara bersahabat atau para pelapor khusus PBB,” kata Rafendi dalam acara diskusi peluncuran buku “Tambang dan Pelanggaran HAM: Kasus Pertambangan di Indonesia 2004 – 2005” di Jakarta, Senin. (more…)

Kaukus DPR Desak Pemerintah Selesaikan Masalah Lapindo October 27, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Jakarta (ANTARA News) – Sejumlah anggota DPR yang tergabung dalam Kaukus Anggota DPR dari Dapil Jawa Timur I (Surabaya dan Sidoarjo) mendesak pemerintah agar empat desa yang belum masuk dalam peta terdampak lumpur Lapindo segera masuk dalam anggaran APBN 2009.

Salah seorang juru bicara kaukus itu, Suripto, kepada pers di ruang wartawan DPR Jakarta, Senin, mengatakan, empat desa terdampak lumpur yang saat ini terancam tenggelam lumpur itu adalah Desa Besuki Timur Tol RT 1-7, Siring Barat, Jatirejo Barat dan Mindi. (more…)

Kerja Komnas HAM Ungkap Kasus Lapindo Dihambat October 27, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
2 comments

Jakarta (ANTARA News) – Komnas HAM mengungkapkan, upayanya menangani dugaan tindak pelanggaran HAM pada kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, telah dihambat sejumlah kalangan.

“Banyak hambatan hukum yang kami alami,” kata Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh dalam diskusi buku “Tambang dan Pelanggaran HAM: Kasus Pertambangan di Indonesia 2004-2005” di Jakarta, Senin. (more…)

“Mengalir” sampai London October 27, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Kompas – Hampir dua setengah tahun lumpur panas Lapindo mengalir tanpa hambatan, menenggelamkan ribuan bangunan, mengubur ribuan hektar sawah produktif, jalan tol, mengusir ribuan warga, dan memutus sejarah keluarga serta komunitas. Ribuan mil dari Sidoarjo, Jawa Timur, di London (Inggris) dan Cape Town, Afrika Selatan, geolog lulusan berbagai universitas terkemuka mendiskusikannya.

Secara garis besar temanya sama: semburan dipicu pengeboran Sumur Banjar Panji-1 atau dipicu oleh gempa bumi dua hari sebelumnya? (more…)

Kerapan Sapi Piala Presiden: Mata Sakti Kalahkan Surya Lapindo October 26, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Perlombaan Kerapan Sapi/Ardy Yanuar

Perlombaan Kerapan Sapi/Ardy Yanuar

Ardy Yanuar – detikSurabaya Pamekasan – Kerapan Sapi memperebutkan Piala Presiden RI mendapat perhatian 25 ribu warga Madura. Maklum, kerapan sapi Piala Presiden merupakan laga puncak tradisi kerapan di Pulau Garam.

Perlombaan yang diikuti 24 pasang sapi wakil dari empat kota di Pulau Madura berlangsung di Stadion R Soenarto Hadiwidjojo Pamekasan, Minggu (26/10/2008). (more…)

Bocah Rizki: Pak Presiden, Tolong Selesaikan Lapindo October 26, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Rachmadin I/detikcom

Rachmadin IsmaildetikNews Jakarta – Akhir-akhir ini banyak kalangan yang mengevaluasi kepemimpinan SBY-JK yang sudah berlangsung selama 4 tahun. Tidak ingin ketinggalan, anak-anak pun ikut buka suara.

“Pak Presiden, tolong selesaikan Lapindo. Aku cinta Indonesia,” tulis M. Rizki (7), Minggu (26/10/2008). (more…)

Akhir Desa Renokenongo October 25, 2008

Posted by gebraklapindo in Laporan Lapangan.
add a comment

korbanlumpur.info – Bambang Yuli Usman (55 tahun) mengumpulkan barang-barang miliknya yang masih tersisa di tengah genangan air asin yang mulai masuk rumahnya di RT 07/02 Renokenongo. Selama ini dia bertahan di desa ini sebagai solidaritas bagi tetangga-tetangganya yang belum mendapat ganti rugi sepeserpun dari Lapindo.

“Ini adalah hari terakhir saya di sini,” tuturnya dengan matanya yang sedih, kelopak matanya menghitam karena kurang bisa tidur. (more…)

Sekolah Khalid bin Walid Akhirnya Pindah October 25, 2008

Posted by gebraklapindo in Laporan Lapangan.
add a comment

korbanlumpur.info – Sampai Jumat (24/10) kondisi sekolah Khalid bin Walid kian tak berkutik. Banjir air asin dari pusat semburan lumpur Lapindo, yang dua hari sebelumnya menyebabkan sekolah ini terpaksa diliburkan, kian meninggi dan menutup keseluruan akses jalan ke Renokenongo dari arah timur dan bikin sekolah ini memperpanjang liburnya.

“Senin baru bisa masuk,”  tutur Tri Ari Wilujeng, guru biologi Madrasah Aliyah (MA) Khalid bin Walid. (more…)

Renokenongo Ditanggul, Sekolah Khalid bin Walid Diliburkan October 22, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

korbanlumpur.info, Porong – Pasca bencana lumpur Lapindo kondisi Madrasah Ibtidaiyyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Khalid bin Walid di Renokenongo Porong kian memprihatinkan; sudah bangunannya retak karena tanah yang ditempati ambles kini dibanjiri air asin pula.

Selasa (21/10) banjir menutup akses jalan masuk sekolah dan Ratusan siswa tiga sekolah ini tidak bisa masuk ke ruang kelas. Mereka bergerombol di sebuah warung tak jauh dari sana. (more…)

Tiga Desa agar Segera Masuk Peta Terdampak October 20, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

– Tahun 2009 DPR dan Pemerintah Disibukkan Pemilu

KOMPAS/RADITYA HELABUMI / Kompas Images Nenek Suprihati, warga Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, hanya bisa meratapi rumahnya yang dibongkar sebelum desa mereka dijadikan kolam penampungan lumpur Lapindo, Minggu (19/10). Meski belum mendapatkan ganti rugi, warga mulai pindah karena tanggul untuk kolam penampungan lumpur sudah mulai dibangun BPLS. Sebagian warga pindah ke tempat saudara mereka.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI / Kompas Images | Nenek Suprihati, warga Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, hanya bisa meratapi rumahnya yang dibongkar sebelum desa mereka dijadikan kolam penampungan lumpur Lapindo, Minggu (19/10). Meski belum mendapatkan ganti rugi, warga mulai pindah karena tanggul untuk kolam penampungan lumpur sudah mulai dibangun BPLS. Sebagian warga pindah ke tempat saudara mereka.

Sidoarjo, Kompas – Panitia Khusus Lumpur Sidoarjo di DPRD Sidoarjo, Jawa Timur, meminta agar tiga desa, yaitu Siring, Mindi, dan Jatirejo, segera dimasukkan dalam kawasan peta terdampak lumpur Lapindo. Selain dinyatakan tidak layak huni, ganti rugi untuk ketiga desa itu akan diambilkan dari APBN. (more…)

Mud victims spooked by own ghost towns October 20, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment
For nearly a year, 80-year-old mudflow victim Muana has lived in a makeshift hut erected along the defunct Porong toll road in Sidoarjo, East Java, beset by searing heat and numbing cold alternately, and hoping for a better life in the near future. She has urged the government to come up with the best solution for mudflow victims from the affected villages located outside the official map of affected areas. (JP/Indra Harsaputra)

PROLONGED MAKESHIFT LIFE: For nearly a year, 80-year-old mudflow victim Muana has lived in a makeshift hut erected along the defunct Porong toll road in Sidoarjo, East Java, beset by searing heat and numbing cold alternately, and hoping for a better life in the near future. She has urged the government to come up with the best solution for mudflow victims from the affected villages located outside the official map of affected areas. (JP/Indra Harsaputra)

Indra Harsaputra The Jakarta Post ,  Sidoarjo – Hundreds of houses in three villages were inundated with mud in Sidoardjo in February, and thousands of people were displaced from their homes, forcing them to live in makeshift tents erected along an abandoned toll road.

While the sturdier structures in the three villages — Besuki, Kedung Cangkring and Renokenongo — were left inundated with mud and are now homes to various animals, the wooden houses were merely turned into rubble.

“Most residents no longer have the courage to enter the ghost-like houses. We have left them to serve as silent witnesses to the disaster that has devastated not only our assets but also our community and future,” 54-year-old Paimin of Besuki told The Jakarta Post here Saturday. (more…)