Siswa Korban Lumpur Panas Merasa Berat Mengikuti Ujian April 23, 2008
Posted by gebraklapindo in Berita.trackback
Metrotvnews.com, Sidoarjo: Sebanyak 23 siswa Madrasah Aliyah Jawahirul Ulum, Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang menjadi korban lumpur panas tetap bersemangat mengikuti jalannya ujian nasional, Selasa (22/4) pagi. Mereka dibagi dalam dua ruang kelas di sekolah yang hanya berjarak kurang satu kilometer dari pusat semburan lumpur. Jalannya ujian nasional di sekolah ini secara keseluruhan lancar. Semua siswanya bisa mengikuti ujian hingga selesai.
Salah seorang siswi, Khudzatul Islamiyah mengaku tetap berusaha menjawab pertanyaan dengan benar meski sulit. Bagi Iis, panggilan akrabnya, ujian tahun ini terasa berat. Sebab, dia bersama keluarganya selama ini tinggal di tenda darurat di pinggir bekas jalan tol Porong-Gempol semenjak rumahnya diterjang lumpur panas pada 10 Februari 2008.
Selama dalam tenda pengungsian, Iis tidak bisa belajar maksimal. Ia tidak nyaman karena kondisinya ramai. Sebab selama di tenda, Iis harus tinggal dengan beberapa keluarga lainnya. Warga Desa Besuki banyak yang bertahan di tenda pengungsian di pinggir bekas jalan tol Porong-Gempol.
Lain lagi dengan Budi Santoso, 19 tahun. Ia terpaksa mengikuti ujian nasional di kantor polisi. Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Krembung, Kabupaten Sidoarjo, ini menjadi tahanan di Kepolisian Sektor Porong. Ia tertangkap bersama dua temannya mencuri pagar besi pembatas rel milik PT Kereta Api Indonesia. Budi terancam hukuman maksimal lima tahun dalam kasus ini.(BEY)

RSS GebrakLapindo




Comments»
No comments yet — be the first.