jump to navigation

Nasib Korban Lumpur Sidoarjo Makin Tak Jelas May 8, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Sidoarjo, SH - Nasib warga korban lumpur yang masih bertahan di pengungsian Pasar Baru Porong semakin tidak jelas. Pihak Lapindo telah memutuskan jatah makan bagi para pengungsi sejak 1 Mei 2008 lalu. Tetapi, hingga saat ini tidak banyak warga yang melakukan proses perjanjian ikatan jual beli (PIJB) atas tanah dan bangunan mereka.

Hingga saat ini, masih bertahan sekitar 600 keluarga di pengungsian Pasar Baru Porong yang tergabung dalam Paguyuban Warga Desa Renokenongo Menolak Uang Kontrak (Pagar Rekontrak). (more…)

Pengungsi Lapindo Makan Nasi Aking May 7, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Liputan6.com, Sidoarjo: Kondisi sebagian pengungsi Lapindo yang tinggal di Pasar Baru, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, semakin memprihatinkan. Ini terjadi sejak dihentikannya jatah makan oleh PT Lapindo Brantas awal Mei lalu. Dari pantauan SCTV, belum lama berselang, warga terpaksa memasak nasi bekas yang sudah dikeringkan kemudian dimakan dengan campuran kelapa parut. (more…)

Warga Korban Lumpur Mengemis Massal May 2, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
1 comment so far

Sidoarjo (ANTARA News) - Ratusan warga korban lumpur yang tergabung dalam Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak), Jumat melakukan aksi mengemis di sepanjang jalan Raya Porong, Sidoarjo, tepatnya di depan pintu masuk lokasi pengungsian Pasar Baru Porong (PBP).

Aksi warga yang bertahan di Pasar Baru Porong (PBP) ini dilakukan menyikapi dihentikannya jatah makan mereka oleh Lapindo Brantas Inc. terhitung per 1 Mei kemarin.

Sulasmi, salah satu warga Pagar Rekontrak yang ikut mengemis mengatakan, aksi warga yang diikuti para bapak, ibu dan anak ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetuk perhatian pihak LBI dan pemerintah untuk bertanggung jawab atas nasib mereka.

(more…)

Jatah Makan Bagi Pengungsi Lumpur Lapindo Resmi Dihentikan May 1, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Sidoarjo (ANTARA News) - Kendati diprotes Komnas HAM, Lapindo Brantas benar-benar menghentikan bantuan makanan bagi pengungsi korban luapan lumpur yang tergabung dalam Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak) yang masih bertahan di Pasar Baru Porong (PBP) Sidoarjo, terhitung per 1 Mei.

Vice President Relations Lapindo, Yuniwati Teryana dalam rilisnya, Rabu mengatakan keputusan menghentikan jatah makan itu sudah dipertimbangkan secara seksama, setelah melalui proses panjang negosiasi dan pertemuan dengan wakil pengungsi PBP.

(more…)

Lapindo Berkelit, Korban Kian Terjepit - Seruan Terakhir Korban Lapindo dari Pengungsian Pasar Baru Porong April 30, 2008

Posted by gebraklapindo in Uncategorized.
1 comment so far

Maka demikianlah surat yang sangat panjang ini dibuat, untuk menarik perhatian pihak-pihak yang peduli kepada korban Lapindo. Kami tunggu pertolongan anda, kami tuntut komitmen anda. Kami sudah berada dalam posisi yang sangat terjepit. Tidak ada lagi fasilitas terhadap korban, baik dari Lapindo maupun dari pemerintah. Disisi lain, Lapindo sudah terbukti mampu mengacak-acak ketahanan dan kerukunan kami sebagai paguyuban, kekuatan kami satu-satunya.

Oleh Paring Waluyo Utomo
(Pendamping Korban Lumpur)
08125296063

korban.lapindo@gmail.com
www.korbanlapindo.blogspot.com
www.korbanlapindo.net

Porong, Jumat 25 April 2008.

Tadi malam, di pengungsian pasar baru Porong, terjadi peristiwa yang artinya sangat besar dalam perkembangan bencana Lapindo yang kini sudah berlangsung hampir 2 tahun. Setelah serangkaian manuver dan isu yang dengan sangat cantik digulirkan oleh Lapindo dan pemerintah, korban lumpur terakhir yang masih bertahan yang tergabung dalam akhirnya berada dalam posisi yang sangat terjepit.

Hanya tersisa satu pilihan bagi warga bangsa yang masih punya hati nurani dan kepedulian akan masa depan negeri ini, serta mereka yang selama ini menyatakan peduli akan nasib korban Lapindo. Beramai-ramai datang ke pasar baru Porong, untuk meyakinkan korban bahwa mereka tidak sendirian, mensinergikan gerakan dengan korban Lapindo serta segera membantu stamina dan penghidupan korban yang kini benar-benar diabaikan pemerintah dan Lapindo.

“Bencana lumpur Lapindo sudah selesai”

Begitulah yang akan segera dikabarkan dan dikampanyekan oleh Lapindo dan Bakrie Group begitu pengungsi korban Lapindo yang masih bertahan di Pasar baru Porong benar-benar menyerah. Sebab saat ini satu-satunya yang tersisa untuk membuktikan bahwa bencana ini jauh dari selesai dan korban masih belum tertangani dengan baik adalah keberadaan pengungsi di Pasar baru Porong.

Kami memandang bahwa selama ini, segala macam upaya dilakukan oleh Lapindo untuk mengopinikan bahwa: (1) bencana Lapindo adalah fenomena alam yang dipicu oleh kejadian alam pula; (2) meskipun tidak ada status hukum apapun yang menyatakan bahwa mereka bersalah, Lapindo tetap berbaik hati dan peduli dengan penanganan dampak sekaligus nasib korban. (more…)

Warga Reno Kenongo Memblokade Jalan April 28, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Liputan6.com, Sidoarjo: Ribuan pengungsi yang menjadi korban lumpur Lapindo dari Desa Reno Kenongo kembali berdemonstrasi di lokasi pengungsian Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (28/4) pagi. Mereka terus memprotes rencana penghentian bantuan makanan mulai Mei mendatang oleh PT Lapindo Brantas. Para pengunjuk rasa menilai pemberian nasi bungkus bukan bantuan melainkan kewajiban dari Lapindo.

Unjuk rasa diwarnai kericuhan saat polisi melarang demonstran yang berniat memblokade jalur Surabaya-Malang. Aksi saling dorong antara polisi dan demonstran tak terhindarkan. Warga akhirnya menyerah dan beralih memblokade jalur alternatif di Desa Juwet Kenongo. Blokade jalan berimbas kemacetan di Jalan Raya Porong yang merupakan jalur utama Surabaya-Malang.

(more…)

Komnas HAM Desak Polda-Kejati Jatim Percepat Proses Hukum Lapindo April 28, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Surabaya (ANTARA News) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak penyidik Kepolisian Daerah (Polda) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk mempercepat proses hukum kasus lumpur Lapindo Brantas Inc di Porong, Sidoarjo yang terjadi sejak 29 Mei 2006.

Desakan itu dikemukakan tiga komisioner Komnas HAM bersama lima anggota tim investigasi Komnas HAM untuk kasus lumpur ketika menemui Kajati Jatim Purwosudiro SH dan staf penyidik, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Sugiono dan staf penyidik, serta Gubernur Jatim H Imam Utomo dalam kesempatan terpisah di Surabaya, Senin.

(more…)

Pengungsi Lapindo Tolak Rencana Penghentian Jatah Makan April 25, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Liputan6.com, Sidoarjo: Sekitar 200 pengungsi korban lumpur Lapindo kembali berunjuk rasa di lokasi pengungsian di Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (25/4). Sambil berorasi mereka membentangkan poster berisi hujatan kepada PT Lapindo Brantas. Dalam orasinya mereka mengatakan siap mati demi mempertahankan hak yang seharusnya mereka terima. Bahkan, sebagian pengungsi yang emosi sempat mengacung-acungkan senjata tajam sebagai tanda perlawanan mereka. (more…)

Warga Renokenongo Blokir Tanggul Titik 83 April 23, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Sidoarjo (ANTARA News) - Puluhan warga korban lumpur asal Desa Renokenongo, Kecamatan Porong Sidoarjo, Selasa memblokir tanggul yang menghubungkan Desa Renokenongo dan Sengon (titik 83).

Aksi warga Renokenongo itu terjadi karena hingga kini mereka belum mendapat uang muka ganti rugi 20 persen padahal mereka sudah melakukan penandatanganan berita acara.

(more…)

Siswa Korban Lumpur Panas Merasa Berat Mengikuti Ujian April 23, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Sebanyak 23 siswa Madrasah Aliyah Jawahirul Ulum, Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang menjadi korban lumpur panas tetap bersemangat mengikuti jalannya ujian nasional, Selasa (22/4) pagi. Mereka dibagi dalam dua ruang kelas di sekolah yang hanya berjarak kurang satu kilometer dari pusat semburan lumpur. Jalannya ujian nasional di sekolah ini secara keseluruhan lancar. Semua siswanya bisa mengikuti ujian hingga selesai.

Salah seorang siswi, Khudzatul Islamiyah mengaku tetap berusaha menjawab pertanyaan dengan benar meski sulit. Bagi Iis, panggilan akrabnya, ujian tahun ini terasa berat. Sebab, dia bersama keluarganya selama ini tinggal di tenda darurat di pinggir bekas jalan tol Porong-Gempol semenjak rumahnya diterjang lumpur panas pada 10 Februari 2008. (more…)

Pengungsi Pilih Golput April 22, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

SIDOARJO, Surya - Korban lumpur yang bertahan di penampungan Pasar Porong Baru (PPB), sepakat akan memboikot Pilihan Gubernur (Pilgub) Jatim alias golput. Koordinator pengungsi PPB, H Sunarto mengatakan alasan pilih golput karena sudah 17 bulan, ribuan warga korban lumpur dari Desa Renokenongo Kecamatan Porong yang tergabung dalam Paguyupan Rakyat Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak) bertahan di PPB. Ironisnya, selama itu pula belum ada pemimpin yang mau untuk melindungi atau memperjuangkan nasib mereka. “Kami yakin, meski ada pergantian gubernur nasib kami tidak akan lebih baik, jadi lebih baik kami tidak memilih gubernur,” ujarnya.

(more…)

Tidak Ada Namanya Ganti Rugi (Tentang Ganti Rugi bag. 1) April 21, 2008

Posted by gebraklapindo in Pernyataan.
1 comment so far

korbanlumpur.info

TIDAK ADA yang namanya ganti rugi. Yang terjadi adalah proses jual beli aset korban (tanah, sawah dan bangunan)

Dari awal terjadinya bencana Lumpur panas Lapindo di Sidoarjo, wacana tentang ganti rugi telah mengalami distorsi sedemikian rupa. Distorsi ini mengakibatkan kesalahpahaman tentang apa yang terjadi, yang justru menguntungkan perusahaan dan merugikan warga. Berikut beberapa distorsi yang paling sering muncul:

1. Bahwa warga korban lapindo sudah mendapat ganti rugi. Di media massa kerap kali disampaikan bahwa Lapindo sudah mengganti kerugian yang dialami oleh warga akibat semburan lumpur. Sejalan dengan itu, Lapindo melalui PT Minarak Lapindo Jaya membuat dan memasang iklan yang cukup intensif untuk menunjukkan bahwa mereka sudah melaksanakan tanggung jawab kepada warga. Dan segendang sepermainan, BPLS dan pemerintah juga kerap mewartakan bahwa Lapindo sudah membayar ganti rugi. (more…)

Puluhan Orang ke Posko Kesehatan Akibat Sesak Nafas April 19, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Sidoarjo (ANTARA News) - Puluhan warga RT01 dan RT02/RW01 Kelurahan Jatirejo Kecamatan Porong Sidoarjo, Jatim, Sabtu, berbondong-bondong mendatangi posko kesehatan kelurahan setempat.

Warga yang berjumlah sekitar 50 orang lebih itu mengaku merasa sesak nafas dan pusing, akibat menghirup gas yang keluar dari semburan gas baru (buble) yang muncul di sekitar Jatirejo. (more…)

Seorang Warga Jatirejo Keracunan Gas April 19, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

Liputan6.com, Sidoarjo: Sukardi, warga Jatirejo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, terpaksa harus ditandu dan dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat Porong, Sidoarjo, Sabtu (19/4). Ini lantaran kondisi Sukardi terus memburuk diduga akibat terlalu banyak menghirup gas yang banyak bermunculan di kampungnya. Setelah mendapat perawatan tim medis kondisi Sukardi berangsur-angsur membaik meski masih harus dibantu oksigen.

Peristiwa keracunan gas ini bukan kali pertama terjadi. Pada 9 April lalu, empat warga Siring Barat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Sidoarjo setelah menghirup gas yang berasal dari semburan liar. (more…)

Gas Lapindo Bisa Menjalar Hingga Cepu April 17, 2008

Posted by gebraklapindo in Berita.
add a comment

TEMPO Interaktif, Surabaya:Koordinator tim riset dari Pusat Penelitian dan Pengawasan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Subaktian Lubis, mengatakan hasil riset timnya menunjukkan jika semburan gas liar Lapindo ternyata mengikuti patahan sesar yang membujur dari pusat semburan lumpur Lapindo ke arah barat hingga kawasan Cepu.

“Setelah kita pantau, seluruh semburan gas liar ternyata mengikuti patahan sesar lemah yang ada di bawah permukaan tanah,” kata Subaktian, Kamis (15/4). (more…)